Teknologi Asbuton

Latar Belakang

Di Indonesia terdapat banyak daerah terpencil dan pulau-pulau kecil yang tidak memiliki akses ke alat pencampur aspal (Asphalt Mixing Plan, AMP) sehingga tidak memungkinkan diterapkan campuran beraspal panas. Selain itu, sumber daya manusia di daerah terpencil juga memiliki keterbatasan sehingga perlu dikembangkan suatu pelaksanaan campuran beraspal yang relatif pelaksanaannya sederhana serta tidak mengharuskan adanya ketersediaan AMP di daerah.

Salah satu usaha untuk menyederhanakan pelaksanaan pekerjaan perkerasan jalan di daerah seperti yang telah disebutkan di atas adalah dengan mengembangkan spesifikasi dan pedoman Asbuton Campuran Panas Dihampar Dingin (Cold Paving Hot Mix Asbuton, CPHMA). Aspal Buton (Asbuton) merupakan salah satu material lokal yang membanggakan Indonesia.

Pemanfaatan material lokal dalam pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan merupakan langkah awal menuju kemandirian bangsa melalui swasembada bahan konstruksi. Pemanfaatan material lokal secara tidak langsung juga meningkatkan pendapatan negara, dan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

 

Deskripsi Teknologi

CPHMA dapat didefinisikan sebagai campuran beraspal yang mengandung Asbuton dan bahan tambah lain bila diperlukan, yang sudah dicampur dengan baik di pabrik dan dipasarkan dalam keadaan siap dihampar dan dipadatkan dalam pembuatan perkerasan jalan beraspal.

Teknik pencampuran serta proporsi bahan dalam campuran menjadi menjadi kewenangan produsen asal menghasilkan campuran yang memenuhi persyaratan. Pencampuran dilakukan di pabrik secara panas kemudian dipasarkan dalam keadaan siap dihampar dan dipadatkan secara dingin (temperatur udara) sebagai perkerasan jalan beraspal. Pemasaran dapat dilakukan dalam bentuk kemasan maupun dalam bentuk curah.

 

Keunggulan

  1. CPHMA dapat diaplikasikan langsung di lapangan dengan dihampar pada suhu lapangan (cold paving) tanpa menggunakan AMP
  2. CPHMA juga dapat diaplikasikan di lapangan dengan dihampar panas maupun hangat
  3. Jika dipasarkan dalam bentuk kemasan, CPHMA juga dapat digunakan juga dalam pekerjaan preventif dan pemeliharaan jalan (sebagai komponen tambalan)
  4. Mensubstitusi aspal minyak 100%
  5. Mudah didapatkan karena sudah diproduksi secara pabrikan di Sulawesi Tenggara, Jawa Tengah, dan Jawa Timur