Teknologi Ruang Henti Khusus (RHK) Sepeda Motor

Latar Belakang

Pertumbuhan Sepeda Motor di Indonesia sangat pesat dan sekarang telah menjadi jenis kendaraan yang mayoritas di jalan raya. Akibatnya sering terjadi penumpukan jumlah sepeda motor di mulut simpang/perempatan pada fase merah lampu pengatur lalu lintas. Penumpukan yang terjadi umumnya tidak beraturan, bahkan tidak jarang melanggar aturan lalu-lintas misalnya melanggar garis henti, menutup pergerakan belok kiri, serta menutup zebra cross, dan  tidak jarang kemudian juga menimbulkan kemacetan, bahkan kecelakaan.

Pertambahan jumlah kendaraan bermotor yang pesat tanpa diikuti dengan peningkatan kualitas infrastruktur dan sarana transportasi berdampak terhadap turunnya kinerja persimpangan bersinyal, yaitu mengurangi volume yang dilewatkan pada fase hijau dari lampu pengatur lalu lintas. Untuk mengatasi penurunan kinerja di persimpangan bersinyal, maka perlu dilakukan rekayasa lalu lintas agar kinerja di persimpangan bersinyal menjadi lebih efektif.

Teknologi Ruang Henti Khusus (RHK) adalah salah satu teknologi manajemen lalu lintas dalam menekan permasalahan yang ditimbulkan oleh sepeda motor khususnya di persimpangan dengan menyediakan ruang khusus untuk berhenti di mulut persimpangan.

 

Deskripsi Teknologi

RHK sepeda motor didesain untuk fasilitas ruang berhenti bagi sepeda motor selama fase lampu pengatur lalu lintas menyala merah. RHK ditempatkan di antara (dan dibatasi oleh) garis henti paling depan dengan garis henti untuk antrian kendaraan bermotor roda empat.  Kedua marka garis henti ditempatkan secara berurutan dan dipisahkan oleh suatu ruang dengan jarak tertentu. Di antara kedua garis henti ini, terbentuk suatu area/ruang henti/menunggu selama fase lampu pengatur lalu lintas menyala merah, yang memungkinkan sepeda motor dapat menunggu di depan kendaraan bermotor lainnya di kaki persimpangan.

Teknologi RHK dilengkapi dengan lajur pendekat yang dimaksudkan untuk membantu memudahkan sepeda motor mendekati garis henti di mulut persimpangan. Dengan demikian, RHK berfungsi untuk membantu sepeda motor langsung ke persimpangan dengan mudah dan aman yang memungkinkan sepeda motor dapat bergerak lebih dahulu dari kendaraan roda empat dan membuat persimpangan bersih lebih dahulu.

 

Keunggulan

Teknologi RHK memiliki keunggulan sebagai berikut:

  • RHK mudah diterapkan karena tidak membutuhkan perencanaan yang rumit dan konstruksi fisik yang besar.
  • RHK tidak memerlukan biaya mahal. Pada saat uji coba penerapan RHK oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan, memerlukan biaya lebih kurang Rp. 220.000.000.