Teknologi Jaringan Irigasi Perpipaan

Air merupakan sumber daya alam yang diperlukan dalam kehidupan bagi semua makhluk hidup. Semakin meningkatnya kebutuhan air dalam rangka intensifikasi dan perluasan areal persawahan, serta terbatasnya persediaan air untuk irigasi dan keperluan-keperluan lainnya, terutama pada musim kemarau, maka penyaluran dan pemakaian irigasi harus dilaksanakan secara lebih efisien dan efektif Untuk meningkatkan hasil pertanian diperlukan teknologi terkait pendistribusian air yang efektif di samping mengembangkan jenis atau mutu tanaman. Kehilangan air irigasi yang umum terjadi pada suatu areal pertanian selama pemberian air yaitu pada aliran permukaan.

Balitbang PUPR menghadirkan Teknologi Jaringan Irigasi Perpipaan, sebagai upaya mengatasi permasalahan air akibat dari penggunaan air yang tidak berimbang dan mengantisipasi konflik akibat kelangkaan air. Teknologi ini memiliki manfaat sebagai berikut : 1. Air irigasi akan cepat sampai tujuan 2. Efisiensi akan lebih tinggi 3. Tidak mudah tercemar oleh keadaan sekitarnya 4. Volume pembagian air dapat diketahui 5. Pemasangan pipa dan bangunan pelengkapnya cukup sederhana dan mudah. 6. Menghemat luasan tanah yang digunakan untuk jaringan

Teknologi Jaringan Irigasi perpipaan merupakan sistem irigasi yang penyalurannya menggunakan bahan pipa sebagai sarana pendistribusian air yang lebih efisien dan mampu meminimalkan potensi kehilangan air di sepanjang saluran irigasi Keunggulan teknologi jaringan irigasi perpipaan antara lain; proses pemasangan yang relatif mudah, perawatan yang sederhana, bahan baku mudah diperoleh, dan Jmeningkatkan efisiensi penyaluran menjadi sebesar 98.99 persen serta debit air 17,18 liter per detik.

Teknologi jaringan irigasi telah diterapkan secara perdana di Dusun Jamblangan, Desa Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Dengan kontur wilayah pegunungan dengan tingkat kemiringan lahan yang tinggi, irigasi konvensional terbilang kurang efektif di wilayah ini.