Teknologi Saluran Irigasi Modular

Latar Belakang

Irigasi sangat penting peranannya sebagai infrastruktur penopang ketahanan pangan, namun dari seluruh saluran irigasi yang ada di Indonesia, sekitar 46%  ternyata dalam kondisi rusak berat dan ringan. Jumlah ini sangat besar karena hampir separuh dari seluruh irigasi yang ada.

Penyebab rusaknya irigasi bermacam-macam, salah satunya karena pembuatannya masih secara konvensional. Irigasi konvensional akan mengalami penurunan kondisi dan fungsi lining saluran irigasi umumnya akan mengakibatkan kebocoran dan longsornya tanggul saluran.  Hal ini dapat disebabkan karena umur bangunan, bencana, atau kualitas bahan yang kurang baik saat konstruksi. Tindakan rehabilitasi umumnya terkendala karena keseragaman kualitas bahan yang sulit dikontrol dan kebutuhan pengerjaan yang relatif lama. Selain itu biaya operasi dan pemeliharaan saluran irigasi konvensional cenderung mahal.

Teknologi saluran irigasi modular merupakan teknologi alternatif dalam pembangunan ataupun rehabilitasi jaringan irigasi. Di mana teknologi saluran irigasi modular menggunakan beton pracetak. Beton pracetak memiliki keunggulan untuk mempercepat dan mempermudah proses pelaksanaan, menjaga kualitas pekerjaan, memperbaiki estetika, dan lebih tipis.

 

Deskripsi Teknologi

Teknolgi Saluran Irigasi Modular adalah teknologi saluran irigasi menggunakan beton precast dengan bentuk desain dan komponen-komponen (modul-modul) penyusun yang standar, sehingga dapat diterapkan pada berbagai dimensi desain saluran dan mudah difabrikasi. Jenis modul meliputi modul sudut, lantai/dinding, sabuk atas, dan pondasi. Penampang saluran yang memiliki dimensi berbeda dapat dibangun dengan menambah atau mengurangi jumlah modul lantai/dinding.

Keunggulan

Teknologi saluran irigasi modular memiliki keunggulan sebagai berikut:

  1. Kualitas bahan baik dan seragam
  2. Dapat dibuat secara pabrikasi maupun dicetak insitu
  3. Dapat dikerjakan/dipasang dengan menggunakan peralatan yang sederhana
  4. Efisiensi penyaluran tinggi
  5. Waktu pengerjaan relatif cepat
  6. Life cycle cost lebih rendah (biaya pemeliharaan lapisan modular lebih rendah dibandingkan pasangan batu kali dan memiliki umur teknis lebih lama)
  7. Karena berbentuk modular, dapat diterapkan pada berbagai dimensi desain saluran.