Teknologi Blok Beton Terkunci

Upaya penanganan masalah gerusan lokal dan degradasi sungai terus dilakukan, namun sering terhambat oleh faktor keterbatasan waktu pelaksanaan, morfologi sungai yang sering berubah, serta data lapangan yang terbatas. Saat ini terdapat sekitar 5.590 sungai di Indonesia yang sebagian besar telah mengalami krisis. Terdapat penurunan stabilitas material dasar sungai di hilir/sekitar bangunan air akibat peningkatan intensitas turbulensi aliran atau akibat pengangkutan material dasar sungai oleh aliran tanpa muatan sedimen.

Untuk itu diperlukan teknologi alternatif untuk mengamankan bangunan air dan infrastruktur yang ada di ruas sungai, yang berfungsi sebagai Pengendali Dasar Sungai untuk mengatasi permasalahan gerusan lokal, degradasi dan perubahan morfologi sungai dengan waktu dan kondisi data lapangan yang terbatas.

Salah satu solusi terhadap permasalahan tersebut adalah Teknologi Teknologi Blok Beton Terkunci Bendung Modular. Teknologi ini ditujukan untuk mencegah terjadinya penggerusan dasar sungai. Blok Beton Terunci adalah sistem teknologi modular sebagai alternatif untuk menggantikan metode konvensional (pasangan batu/beton bertulang) dalam pembuatan bendung. keunggulan lebih cepat dalam proses konstruksi dan lebih murah dari segi biaya. Karena menggunakan system modular, teknologi dapat mengikuti, kecenderungan morfologi sungai yang selalu berubah, serta cocok dengan kondisi waktu dan data lapangan yang terbatas.