INFO SOSIALISASI

Jembatan Untuk Desa Asimetris

Deskripsi

Aksesibilitas  masyarakat  pedesaan  di  Indonesia  untuk  keperluan  aktivitas  sehari-hari  sangat  terbatas, khususnya  wilayah  yang  terpisahkan  hambatan  seperti  sungai,  lereng,  bukit,  dan  sebagainya  tentunya memerlukan penghubung dimana salah satunya adalah jembatan. Hal tersebut membatasi masyarakat untuk mendapatkan  akses  ke pendidikan,  informasi,  pemasaran  hasil pertanian,  dan  akses untuk  mendapatkan barang  /  jasa  yang  dibutuhkan. 

Masih  banyak  wilayah  dengan  kondisi  tersebut  di  Indonesia  yang membutuhkan  jembatan  penghubung. Pada beberapa lokasi, terdapat banyak jembatan eksisting yang menghubungkan dua lokasi di pedesaan berada dalam kondisi tidak layak.

Berdasarkan latar belakang Puslitbang Jalan dan Jembatan dalam melakukan pengembangan desain secara tipikal terhadap jembatan gantung untuk pejalan kaki di pedesaan dengan biaya murah dan pelaksanaan pembangunannya juga melibatkan masyarakat setempat sehingga masyarakat juga memiliki tanggung jawab akan pentingnya penggunaan tersebut.

Pada tahun 2014, Puslitbang Jalan dan Jembatan telah menyusun konsep JUDESA dan melaksanakan penerapan konstruksi JUDESA di Pangalengan, Kabupaten Bandung dan Manggarai, NTT. Pelaksanaan dilakukan dalam waktu kurang dari dua bulan dengan kontribusi penuh masyarakat setempat dan disupervisi oleh Puslitbang Jalan dan Jembatan.

Konsep JUDESA adalah tipe jembatan gantung asimetris dengan system modular. Yaitu material dibuat secara pracetak dan di bawa serta dirangkai di lokasi dengan melibatkan peran serta masyarakat.

Metode konstruksi yang digunakan juga dirancang untuk dapat dilaksanakan dari satu sisi sungai / satu arah yang dapat dimanfaatkan untuk membuka jalur perintis dan mengurangi pengangkutan material menyeberangi sungai atau hambatan yang ingin dilalui dengan jembatan.

Keunggulan JUDESA

  1. Pembangunan JUDESA lebih cepat karena kecuali komponen fondasi yang harus dibuat di lokasi, komponen konstruksi lainnya berupa modular yang dapat langsung dirangkai di lokasi
  2. Pembangunan JUDESA melibatkan masyarakat, sehingga masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk merawatnya
  3. Biaya konstruksi JUDESA tidak mahal