INFO SOSIALISASI

Beton Ferosemen untuk Jaringan Irigasi Tersier

Deskripsi

Badan Litbang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada tahun 2017 mengembangkan teknologi ferosemen sebagai konstruksi alternatif untuk pembangunan irigasi dalam rangka menyediakan suplai air untuk pertanian. Teknologi ferosemen ini mudah diterapkan, kuat, lentur, tahan lama, dan lebih ekonomis

Ferosemen adalah suatu tipe dinding beton bertulang, tipis (3,00) cm, yang dibuat dari mortar semen hidrolis, dengan perbandingan campuran 1 semen : (2-3) pasir, diberi tulangan (≤ 6,0 mm) dengan lapisan kawat anyam (wiremesh) ukuran ≤ 1,0 mm, terus-menerus dan rapat.

Dibandingkan dengan teknologi konvensional pasangan batu kali/ bata untuk saluran irigasi tersier, dinding ferosemen memiliki keunggulan sebagai berikut:

  1. Teknologi sederhana sehingga mudah diaplikasikan dan direplikasikan
  2. Biaya konstruksi lebih rendah dibandingkan bahan konvensional lainnya
  3. Mudah diadaptasikan ke dalam prinsip fisik, mekanik, maupun hidrolik
  4. Dinding ferosemen memiliki kuat, lentur, dan tahan lama dibandingkan dengan teknologi konvensional
  5. Dapat dibuat secara insitu, atau dicetak di tempat lain untuk kemudian dirangkai di lapangan
  6. Dari segi berat konstruksi, ferosemen mempunyai berat konstruksi yang lebih ringan, sehingga dapat dipakai untuk tanah dengan daya dukung rendah sehingga dapat diadaptasi di semua lokasi.
  7. Mudah dioperasikan oleh petani